Miskin BUKAN Pilihan tapi Sebuah Keadaan

Miskin adalah suatu keadaan bukan sebuah pilihan. Siapa sih yang meninginkan hidup ini miskin? Dan siapa juga yang memiliki impian hidup ini dilanda serba kekurangan? Tentu saja tidak ada yang mengiginkan hal tersebut terjadi pada diri kita. Kita sebagai insan, tentu saja menginginkan hidup bisa berkecupukupan untuk mencukupi kebutuhan hidup terutama kebutuhan pokok terpenuhi. Tapi saat dihadapkan dengan kondisi saat ini yang serba susah dengan adanya wabah Covid-19 banyak masyarakat mengatakan dirinya sebagai keluarga miskin karena merasakan dampak wabah yang terjadi dan tidak lain mengharapkan bantuan yang bisa mengurangi beban kebutuhan, tapi tidaklah kita berpikir sejenak untuk memikirkan kondisi masyarakat yang benar-benar miskin sebelum adanya wabah Covid-19, betapa mereka lebih menderita dengan adanya wabah yang terjadi. Sebelum wabah Covid-19 saja mereka harus berjuang lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan sudahkah kita hadir untuk mereka saat mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka? Sudahkah kita membantu mereka saat mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup? Saat petanyaan itu disampaikan tentu saja ada yang menjawab, bukankah itu urusan pemerintah untuk membantu mereka? Tentu saja jawaban itu tidak salah, memang benar rakyat miskin dan terlantar memang dilindungi negara, tapi juga perlu diingat dan disadari, kita sebagai tetangga yang menyaksikan dan melihat keadaan mereka setiap hari, yang melihat mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya sebagai penonton? Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan hidup kita tidak seberat mereka, kita diberi anugrah tuhan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan hidup, kita diberi kelancaran oleh tuhan, kita diberi kemudahan, ini kembali kepada nurani kita masing-masing.

Saudaraku, marilah merenung sejenak! Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk bangsa ini? Sudahkah kita memberikan sumbangsih untuk mereka yang membutuhkan? Perlu disadari miskin bukan pilihan tapi sebuah keadaan, mereka yang saat ini miskin itu bukan pilihan mereka tapi sebuah keadaan yang mereka hadapi, apakah kita juaga mau seperti mereka? Yang harus dihadapkan dengan keadaan yang serba susah dan harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sudah saatnya kita menyadari dengan hati nurani, biarlah mereka mendaptkan bantuan tidak usah merasa iri dengan keadaan mereka bahkan kita bisa mengulurkan tangan tidak hanya mengharapkan. Memang dengan keadaan saat ini kita mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan karena dampak Covid-19 tapi masih ada yang lebih susah yaitu masyarakat yang kondisinya dibawah kita. Tapi jika kita masih menganggap kita miskin dan menginginkan bantuan, Semoga Tuhan mengabulkan apa yang kita inginkan. (p4r)

Facebook Comments
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com