Tradisi “Mapak Tanggal” Bulan Ramadhan

Hidangan Kenduri "Mapak Tanggal" Bulan Ramadhan (Doc. Brother)

klunggen.desa.id | Jelang Ramadhan warga masyarakat Desa klunggen melaksanakan kenduri pada Jum’at (1/4). Kenduri atau kondangan atau nama lain merupakan salah satu bentuk budaya yang berkembang di Jawa khususnya desa Klunggen. Dalam istilah jawa kenduri ini disebut mapak tanggal yaitu suatu bentuk berbagi sebagai rasa syukur menyambut bulan ramadhan.

Hidangan yang dibagikan yaitu nasi yang berbentuk tumpeng dan asahan. tumpeng merupakan nasi yang berbentuk menyerupai kerucut sedangkan asahan merupakan nasi yang dicetak berbentuk tabung tetapi pendek dan diatasnya ditaburi lauk. Untuk menu yang digunakan untuk kenduri bervariasi seperti tumis tempe dan tahu, tumis mie dan yang tidak pernah ditinggalkan yakni srundeng. srundeng merupakan menu yang tak pernah ditinggalkan dalam acara kenduri, makanan ini terbuat dari parutan kelapa yang di sangrai dan berwarna kecoklatan ditambah bumbu dengan rasa gurih manis. Selain itu ada kue khas yang tak pernah ketinggalan, kue tradisional dengan rasa manis dimasak dengan digoreng atau dikukus. untuk yang dikukus biasanya dibungkus dengan daun nangka, masyarakat sekitar menyebutnya kue apem.

Warga membungkus nasi untuk dibagikan ke warga lain yang hadir kenduri (doc. Brother)

Kegiatan kenduri saat ini tidak seperti dulu karena perubahan jaman masyarakat banyak yang meninggalkan kebudayaan ini. Namun masih ada beberapa warga masyarakat yang masih melakukannya, termasuk masyarakat desa Klunggen. Kenduri ini dilaksanakan dua atau satu hari sebelum ramadhan tiba. Kegiatan ini akan dihadiri warga sekitar dan ada seorang yang mendokan dan menyapaikan keperluan kepada warga yang menghadiri kegiatan ini. Masyarakat menyebutnya modin untuk orang yang memanjatkan doa pada kegiatan kenduri. (p4r)

2 Comments

  1. Matursuwun mas, sampun jaga lan lestarikan mapak tanggal, mugi berkah desane,
    Tahun ngajeng ditambahi nanggap group hadroh sholawatan

    • siap mas, kami akan berusaha selalu melestarikan adat dan budaya yang berkembang di tanah jawa khususnya wliayah wonogiri
      terima kasih telah berkunjung ke website kami, salam budaya

Tinggalkan Balasan