Desa Klunggen

PENGOLAHAN LAHAN

PENGAPURAN

Tanaman bagi pertumbuhannya yang baik dan menghasilkan hasil yang memuaskan memerlukan tanah tempat tumbuhnya dengan ph tertentu atau yang dikehendakinya. power of hydrogen (ph) tanah adalah tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang diukur dengan skala ph antara 0-14. tanah dikatakan bersifat asam jika angka skala ph kurang dari 7 dan disebut basa jika skala ph lebih dari 7. jika skala ph adalah 7 maka tanah bersifat netral, tidak asam maupun basa.

pada umumnya tanaman menghendaki ph tanah yang bersifat agak netral untuk pertumbuhan dan hasi yang baik, akan tetapi ada diantaranya yang dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada tanah yang bersifatl masam atau sangat masam. tanah yang ph nya lebih rendah dari ph optimum yang dikehendaki tanaman dapabersifat masam atau sangat masam. tanah yang ph nya lebih rendah dari ph optimum yang dikehendaki tanaman dapt diatasi dengan cara pengapuran pada tanah tersebut, sehingga ph nya dapat ditingkatkan mendekati atau sesuai dengan ph yang dikehendaki tanaman tersebut. ph tanah di kecamatan tiumang berkisar antara 4,5-8, hal ini berarti diperlukan pengapuran tanah pertanian agar tanah berada dalam kondisi netral. saat ini masih banyak petani-petani di kecamatan tiumang yang masih belum mengetahui serta mengaplikasikan pengapuran untuk tanah pertaniannya.

pengapuran pada tanah-tanah yang masam dapat memperbaiki kesuburan tanah, karena dengan pengapuran kehidupan jasad renik lebih aktif dan unsur-unsur hara makro mejadi lebih tersedia bagi tanaman. pengapuran pada tanah yang masam, mengakibatkan absorpsi unsur-unsur mo, p dan mg akan meningkat dan pada waktu yang bersamaan akan secara nyata  menurunkan konsentrasi fe, al dan mn yang dalam keadaan sangat masam unsur-unsur ini dapat mencapai konsentrasi yang bersifat racun bagi tanaman. melakukan pengapuran pada tanah yang masam dapat menyebabkan perubahan reaksi kimia, keadaan fisik dan kegiatan mikrobia tanah yang lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tertentu.

pengapuran tanah pertanian tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus didahului dengan hasil-hasil penyelidikan pada keadaan tanahnya, sampai di tingkat mana kemasamannya, derajat kemasaman pada tanah yang dikehendaki tanaman yang akan ditumbuhkan/ditanam, keadaan fisik tanah (gembur atau berat/liat) dan berapa dosis kapur yang diperlukan secara tepat. hal ini diperlukan agar kita  dapat memberikan dosis kapur yang dibutuhkan tanah, karena kelebihan dosis kapur pada tanah mengakibatkan tanaman kerdil, unsur mn dan p menjadi tidak tersedia.

untuk pengapuran dipergunakan kapur pertanian, yaitu bahan alamiah yang kandungan senyawa ca dan atau mg nya mampu menetralkan pengaruh buruk dari aluminium dan pengaruh kurang menguntungkan dari kemasaman tanah. kapur pertanian yang ada saat ini adalah berupa kapur tohor, kapur tembok, kapur karbonat (kalsit, dolomit), kulit kerang dan terak baja. kapur karbonat merupakan batu kapur atau karang kapur yang langsung digiling tanpa melalui proses pembakaran. bahan-bahan ini yang  sekarang dimanfaatkan sebagai kapur pertanian dan dimanfaatkan pula untuk tujuan pengapuran bidang-bidang tanah yang mempunyai reaksi masam.

persyaratan kapur pertanian yang dikehendaki adalah:

  1. ukuran butirnya : 100% lulus saringan dengan ukuran 40 mesh dan maksimum 50% lolos saringan dengan ukuran 60%
  2. kadar airnya : maksimal 5%
  3. merupakan hasil: penggilingan tanpa dibakar
  4. kadar al2o3 + fe2o3 : maksimal 3%
  5. kadar sio2 : maksimal 3%
  6. kemasan :
  • berat 50 kg tiap kemasan
  • dibuat dari bahan plastik yang kedap air
  • tiap kemasan tertulis kriteria mutu kapur pertanian, produsennya dan tulisan 50 kg netto
  • kemasan harus tertutup rapat
  1. kadar batu kapur :
  • batu kalsit (cao minimal 47%, caco3 minimal 85%)
  • batuan dolomit (cao dan mgo minimal 47%, caco3, mgco3 minimal 85%).

pada pengapuran tanah pertanian yang harus diperhatikan adalah:

  1. pelaksanaan pengapuran harus memperhatikan dosis-dosis yang dianjurkan;
  2. penebaran, pembenaman, dan pencampuran kapur pada tanah harus dalam dan merata; dan
  3. penebaran dan pembenaman kapur ke dalam tanah supaya dilakukan pada akhir musim kemarau menjelang musim hujan misalnya 2-4 minggu sebelum tanam.

Kenapa Tanah Pertanian Butuh Pengapuran?

Kegiatan pengapuran merupakan upaya untuk menaikkan pH tanah dengan cara menambahkan kapur ke dalam tanah. Tujuan utama dari pengapuran ini ialah untuk meningkatkan pH tanah dari pH masam menjadi pH netral.

Tanah menjadi faktor penting dalam budi daya tanaman. Selain sebagai media tanam, tanah juga menyuplai makanan dalam bentuk unsur hara.

Karena itu, untuk keberhasilan budi daya, petani ‘wajib’ hukumnya mengetahui kondisi tanah. Salah satu yang sangat penting adalah kadar keasaman tanah (pH).

Pemicu yang menyebabkan pH tanah rendah diantaranya adalah:

  • Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tercucinya unsur hara pada tanah, kemudian berimplikasi pada terbentuknya tanah asam.
  • Adanya unsur Al (aluminium), Cu (tembaga) dan Fe (besi) yang berlebihan.
  • Air yang tergenang secara terus menerus pada lahan karena tata air atau drainase yang tidak baik.
  • Dekomposisi bahan organik yang mengeluarkan kalsium dari dalam tanah.
  • Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Secara umum tanah dengan pH rendah merupakan tanah dengan kekurangan kalsium dan magnesium.

Tujuan Pengapuran Tanah 

Tujuan dari pengapuran pada intinya dalah bagaimana supaya tanah memiliki pH yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kelarutan Al dalam tanah dapat ditekan.

Cara Pengapuran Tanah

Cara pengapuran sendiri yang sesuai dengan rekomendasi pengapuran adalah :

  1. Tanah diolah baik itu dicangkul atau dibajak.
  2. Kapur ditabur merata diatas permukaan tanah, dengan dosis kapur sesuia dengan kebutuhan tanaman dan tingkal kejenuhan Al.
  3. Tanah diaduk hingga kedalaman 20 cm
  4. Dibiarkan selama 2 minggu baru kemudian ditanami.

Manfaat Pengapuran Tanah

Manfaat kapur yang diberikan kedalam tanah adalah :

  1. Menurunkan pH tanah
  2. Menurunkan kelarutan Al
  3. Meningkatkan kandungan unsur hara Ca dan Mg.
  4. Memperbaiki tekstur, struktur dan memantapka agregat tanah
  5. Menurunkan tingkat bahaya erosi karena agregat tanh yang mantap
  6. Memperbaiki sifat biologi tanah seperti aktivitas mikro organism.

MANFAAT PENGAPURAN DAN DAMPAK PENGAPURAN BERLEBIHAN  BAGI TANAH

Tanah merupakan media tanam atau tempat tanaman mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Akan tetapi, tanaman tidak dapat menyerap beberapa unsur hara tanah apabila hara tersebut yang masih berbentuk partikel atau unsur atau senyawa terikat erat dengan partikel tanah. Dalam arti lain menjadi tidak tersedia untuk tanaman. Hal-hal yang menyebabkan menjadi tidak tersedia antara lain tingkat kemasaman tanah atau pH tanah.  Pada nilai pH tanah terukur itu menunjukkan perbandingan konsentrasi antara ion asam dan basa.   pH tanah yang dikehendaki tanaman biasanya berkisar antar 5-7. Akan tetapi, tanaman pangan akan tumbuh dengan baik dikisaran pH 6-7.

Pada nilai konsentrasi pH 6,5-7 biasanya jumlah hara/unsur kimia yang dibutuhkan tanaman akan semakin tersedia dan dapat diserap oleh akar tanaman. Maka dari itu, kita perlu menciptakan kondisi tanah/media tanam dengan penambahan kapur tanah atau kapur pertanian.

Kapur banyak mengandung unsure Ca maupun Mg tetapi pemberian kapur kedalam tanah pada umumnya bukan karena tanah kekurangan unsure Ca tetapi karena tanah terlalu masam. Oleh karena itu pH tanah perlu dinaikkan agar unsur-unsur hara seperti P mudah diserap tanaman dan keracunan Al dapat dihindarkan.   Meningkatkan pH tanah yang bereaksi masam menjadi mendekati netral yaitu sekitar pH 6-7.

Perlu diketahui bahwa salah satu faktor penghambat meningkatnya produksi tanaman adalah karena adanya masalah keasaman tanah. Tanah asam memberikan pengaruh yang buruk pada pertumbuhan tanaman hingga hasil yang dicapai rendah. Untuk mengatasi keasaman tanah perlu di lakukan usaha pemberian kapur kedalam tanah. Bahan kapur untuk pertanian umumnya berupa kalsium karbonat,beberapa berupa kalsium magnesium karbonat,dan hanya sedikit yang berupa CaO. Dalam Ilmu kimia kapur adalah CaO,tetapi dalam bidang pertanian kapur umumnya berupa CaCO3.

Dalam pelaksanaan pengapuran di lahan harus disertai pemberian bahan organik tanah atau pengembalian sisa panen ke dalam tanah. Hal ini sangat penting untuk menghindari pemadatan tanah dan pencucian, serta meningkatkan efek pemupukan. Selain itu efek bahan organik terhadap pH tanah menyebabkan reaksi pertukaran ligand antara asam-asam organik dengan gugus hidroksil dari besi dan aluminium hidroksida yang membebaskan ion OH–. Di samping itu, elekrton yang berasal dari dekomposisi bahan organik dapat menetralkan sejumlah muatan positif yang ada dalam sistem kolid sehingga pH tanag meningkat (Hue, 1992; Yu, 1989).

Manfaat Pengapuran

  1. Menaikkan pH tanah
  2. Menambah unsur – unsur Ca dan Mg
  3. Menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo
  4. Mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al.
  5. Memperbaiki kehidupan mikroorganisme dan memperbaiki pembentukan   bintil- bintil akar

 

Pengapuran yang berlebihan menyebabkan beberapa hal yang merugikan, antara lain :

  1. Kekurangan besi, mangan, tembaga dan seng yang diperlukan dalam proses fisiologis tanaman karena Fe, Mg, Cu, Zn terikat erat /bersenyawa dengan unsur kapur tersebut, sehingga menjadi tidak dapat diserap oleh akar tanaman lagi.
  2. Tersedianya fosfat (P) menjadi berkurang kembali karena terbentuknya kompleks kalsium fosfat tidak larut.
  3. Absorpsi/penyerapan fosfor oleh tanaman  sangat sulit sehingga menyebabkan  metabolisme tanaman menjadi
  4. Pengambilan dan penggunaan boron dapat terhambat.
  5. Perubahan pH yang melonjak dapat merugikan terhadap aktivitas mikroorganisme tanah, dan ketersediaan unsur hara yang tidak seimbang.

Cara untuk menghitung kebutuhan kapur

Contoh Cara sederhana untuk menentukan kebutuhan kapur adalah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang dituju dengan pH tanah aktual yang terukur sebelum pengolahan tanah.  Untuk menaikkan 1 point pH tanah diperlukan 2 ton (2.000 kg) kapur pertanian per hektar.  Sebagai contoh, pH tanah aktual suatu lahan menunjukkan angka 4,3, sedangkan pH tanah yang diharapkan adalah 6,0.  Berikut jumlah kapur pertanian yang diperlukan untuk menaikkan pH tanah dari 4,3 menjadi 6,0.

Jumlah kapur pertanian yang diperlukan   = (6,0-4,3) X 2.000 kg

= 3.400 kg kapur per hektar.

Tabel panduan dosis pengapuran untuk tanaman pangan dan sayuran.

TINGKAT KEASAMAN TANAH DAN KEBUTUHAN KAPUR DOLOMIT

 

Tingkat kemasaman (pH)             Kebutuhan dolomite (ton/ha)

4.0________________________10,24

4,2________________________  9,28

4,4________________________  8,34

4,6________________________  7,39

4,8________________________  6,45

5,0________________________  5,49

5,2________________________  4,54

5,4________________________  3,6

5,6________________________  2,65

5,8________________________  1,69

6,0________________________  0,75